POTENSI WISATA KECAMATAN MANGGAR

Warung Kopi Manggar

Pemerintah setempat telah meresmikan kota Manggar di Belitung Timur sebagai kota 1001 warung kopi. Hal ini dibuktikan dengan pencapaian rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) yang mencatat kota tersebut dengan rekor 17.070 orang meminum kopi bersama-sama pada tahun 2009. Belum lengkap rasanya jika Anda datang ke Belitung Timur khususnya Kecamatan Manggar tanpa mencicipi kopi khas daerah tersebut.

Pantai Serdang

Pantai Serdang terletak di tengah kota Manggar – berdekatan dengan  pasar modern Lipat Kajang. Jarak pantai tersebut dari bandar udara Belitung (Bandara H.A.S. Hananadjoedin) sekitar 80,5 kilometer. Penduduk setempat juga mengenal pantai tersebut dengan sebutan Panser.

Pantai yang satu ini dikenal dengan pantai yang luas dan memiliki hamparan pasir putih di seluruh kawasannya. Warna-warna air laut di pantai ini beragam, mulai dari warna hijau, hijau toska, hingga biru tua (sesuai dengan kedalaman air laut) – hal ini tentu menjelaskan bahwa Pantai Serdang memang memiliki pesona yang tak kalah dengan pantai lainnya di Belitung

Pantai Nyiur Melambai

Berkunjung ke Manggar, Belitung Timur, rasanya tidak lengkap jika tidak mengunjungi pantai yang satu ini. Pantai yang berada tidak jauh dari kawasan Bukit Samak ini menyajikan suasana yang asri dengan pepohonan yang tumbuh di sekelilingnya. Inilah Pantai Nyiur Melambai, pantai berpasir putih yang memiliki pemandangan indah di Manggar.

Begitu menginjakan kaki di Pantai Nyiur Melambai, pengunjung akan disambut pasir putih yang lembut. Sejuknya angin yang bertiup di pantai ini membuat suasana nyaman begitu terasa. Berjalan di pinggir pantai sambil sesekali merasakan hangatnya air laut sejenak membuat lupa kepenatan rutinitas sehari-hari.

Pemandangan hijaunya pepohonan di Bukit Samak bisa dilihat di sebelah kiri Pantai Nyiur Melambai. Selain itu, pengunjung juga dapat menikmati pemandangan para pemancing yang berjajar di pinggir pantai.

Di sekitar pantai ini, juga terdapat panggung yang sering menggelar pertunjukan kesenian khas Belitung. Selain itu, ada pula sarana wall climbing yang dapat digunakan pengunjung yang memiliki hobi memanjat.

Lelah menikmati suasana pantai, pengunjung dapat menikmati kuliner yang dijajakan kedai-kedai yang berada di sekitar Pantai Nyiur Melambai. Buat yang penasaran dan ingin mencicipi makanan khas Belitung seperti gangan dan mie Belitung, dapat menikmatinya di kedai-kedai ini.

Pulau Bukulimau

Bila Anda punya waktu cukup banyak untuk berlibur di Manggar, maka mendatangi Pulau Buku Limau akan menjadi pengalaman yang menarik. Dengan menyeberang menggunakan perahu motor dari Pelabuhan ASDP Sungai Manggar selama sekitar 45 menit maka kita akan tiba di Pulau yang berada di Desa Buku Limau, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur. Di pulau seluas 87,75 hektar ini kita bisa melakukan kegiatan eksplorasi yang menarik. Kegiatan eksplorasi pertama yang bisa dilakukan di Pulau Buku Limau adalah penjelajahan pantai. Pantai di Pulau Buku Limau ini memang indah dan natural. Selain air lautnya jernih dan pasir putih bersih, di perairan sekitar pantai Pulau Buku Limau ini kita juga bisa menjumpai terumbu karang yang masih lestari serta beberapa ikan hias yang cantik. Dari suguhan pantai ini maka kita di Pulau Buku Limau bisa melakukan kegiatan renang, snorkeling hingga diving. Kegiatan ekplorasi lain yang bisa dilakukan di Pulau Buku Limau adalah penjelajahan daratan. Dalam ekplorasi yang satu ini kita akan bisa mendapati beberapa hal menarik seperti menjumpai suku bugis. Hal lain yang bisa kita dapati dalam ekplorasi daratan adalah kegiatan nelayan oleh kaum pria dan juga pengolahan ikan yang dikeringkan oleh ibu-ibu. Beberapa ikan hasil tangkapan nelayan yang diolah dan dikeringkan yakni ikan cumi, selar, jui dan teri. Pulau Buku Limau sendiri telah dikenal se-antero Belitung Timur sebagai penghasil ikan asin terbesar. Menariknya ikan asin di Pulau Buku Limau ini dibuat tanpa menggunakan bahan pengawet. Dari sini Anda pun bisa menjadikan ikan asin khas Pulau Buku Limau ini sebagai oleh-oleh.

Pantai Olie Pier

Terakhir, wisata di Manggar, Belitung Timur yang bisa kita kunjungi adalah Pantai Olie Pier atau Pantai Olivier. Pantai yang dulunya merupakan pelabuhan bagi kapal-kapal pengangkut timah ini akan membuat Anda mendapati banyak kisah dan cerita menarik di sini. Nama Pantai Olie Pier sendiri diambil dari bahasa Belanda dimana kata Olie bermakna minyak dan Pier yang berati pelabuhan. Bekas-bekas adanya aktivitas dermaga di Pantai Olie Pier ini masih bisa kita lihat sampai sekarang dari adanya jembatan kayu dengan panjang 200 meter yang menjorok ke laut dan ujungnya tersembunyi dibalik semak-semak. Jembatan kayu yang saat ini sering dijadikan tempat memancing inilah yang kini menjadi saksi bisu Pelabuhan atau Dermaga Olie Pier yang dulu sangat ramai dengan aktivitas isi bahan bakar minyak. Pantai yang berada di Desa Lalang, Kecamatan Manggar, Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka-Belitung ini memang dikenal sebagai pantai yang memiliki riwayat panjang. Berada di sini dengan ditemani guide, kita akan membuka memori Pelabuhan Olie Pier yang didirikan oleh perusahaan Belanda bernama NV Billiton Maatschappij. Kapal-kapal yang akan mengangut hasil tambang timah tentu akan membutuhkan bahan bakar minyak. Nah untuk mengisi bahan bakar tersebut maka kapal-kapal yang ada harus bersandar di Pelabuhan Olie Pier. Tidak hanya kapal-kapal pengangkut timah, tapi beberapa kendaraan perusahaan juga akan datang ke pelabuhan ini bila membutuhkan bahan bakar minyak. Selain kisah dan riwayat Pelabuhan Olie Pier, di Pantai Olie Pier ini kita juga bisa mendapati pemandangan sunrise yang indah pada pagi hari. Selain itu suasana pantai yang tenang karena belum banyaknya wisatawan yang datang membuat Pantai Olie Pier sangat tepat untuk Anda yang ingin bersantai dan melakukan rileksasi.